Diposting Pada: Senin, 00 00 0000
POS UN 2013: Mengakomodir Pendidikan Madrasah


POS UN 2013: Mengakomodir Pendidikan MadrasahBATANGHARI (MAN Muara Bulian). Ada istilah ‘aneh’ dalam Prosedur Operasi Standar Ujian Nasional (POS UN) Nomor: 0020/P/BSNP/I/2013 Tahun Pelajaran 2012/2013 yang tidak terdapat dalam POS UN sebelumnya, yaitu: Program Paket Ula, Program Paket Wustha dan Program Kulliyatul/Tarbiyatul Mu’allimin.



Menurut guru Bahasa Arab MAN Muara Bulian, Ula berarti pertama sedangkan wustha berarti pertengahan. Sedangkan menurut Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor: 3 TAHUN 2013 tentang Kriteria Kelulusan Peserta

Didik dari Satuan Pendidikan dan Penyelenggaraan Ujian

Sekolah/Madrasah/Pendidikan Kesetaraan dan Ujian Nasional, Ula adalah pendidikan dasar enam tahun pada Pondok Pesantren Salafiyah setingkat Program Paket A dengan kekhasan pendalaman pendidikan agama Islam, sedangkan Wustha adalah pendidikan dasar tiga tahun pada Pondok Pesantren Salafiyah setingkat Program Paket B dengan kekhasan pendalaman pendidikan agama Islam.



Sedangkan Program Kulliyatul/Tarbiyatul Mu’allimin adalah jenjang pendidikan menengah di Pondok pesantren yang setara dengan SMP dan SMA. Masa belajar dapat diselesaikan dengan empat tahun dan/atau enam tahun. Proses pendidikan berlangsung selama 24 jam, sehingga “segala yang dilihat, didengar, dan diperhatikan santri di Pondok ini adalah untuk pendidikan.” Pelajaran agama dan umum diberikan secara seimbang dalam jangka 6 tahun. Pendidikan ketrampilan, kesenian, olahraga, organisasi, dan lain-lain merupakan bagian dari kegiatan kehidupan santri di Pondok.



Kelihatan pemerintah (baca-kemdikbud) menyadari bahwa Pondok Pesantren di Indonesia memiliki peran yang sangat besar, baik bagi kemajuan pendidikan Islam itu sendiri maupun bagi bangsa Indonesia secara keseluruhan. Dan Pondok Pesantren adalah lembaga pendidikan Islam tertua yang merupakan produk budaya Indonesia. Keberadaan Pesantren di Indonesia dimulai sejak Islam masuk negeri ini dengan mengadopsi sistem pendidikan keagamaan yang sebenarnya telah lama berkembang sebelum kedatangan Islam. Sebagai lembaga pendidikan yang telah lama berurat akar di negeri ini, pondok pesantren

diakui memiliki andil yang sangat besar terhadap perjalanan sejarah bangsa.



Secara umum Pondok Pesantren didefinisikan sebagai lembaga pendidikan yang memiliki 5 elemen pokok , Yaitu ;

(1) Pondok/Asrama: adalah tempat tinggal bagi para santri. Pondok inilah yang menjadi ciri khas dan tradisi pondok pesantren dan membedakannya dengan sistem pendidikan lain yang berkembang di Indonesia,



(2) Masjid: Merupakan tempat untuk mendidik para santri terutama dalam praktek seperti shalat, pengajian kitab klasik, pengkaderan kyai, dll,



(3) Pengajaran kitab-kitab klasik: Merupakan tujuan utama

pendidikan di pondok pesantren,



(4) Santri: Merupakan sebutan untuk

siswa/murid yang belajar di pondok pesantren, dan



(5) Kyai: merupakan pimpinan pondok pesantren. Kata kyai sendiri adalah gelar yang diberikan masyarakat kepada seorang ahli agama Islam yang menjadi pimpinan pesantren

dan mengajarkan kitab-kitab klasik. (Tradisi Pesantren : Zamakhsyari Dhofier, 1982).



Jadi sebenarnya, pondok pesantren merupakan pusat ilmu, pusat sumber belajar yang selama ini mungkin kurang terperhatikan. Begitu banyak kegiatan pondok pesantren yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa. Karena pendidikan sejati itu sebenarnya ada di pesantren. Tanpa ada bantuan

pemerintah, hanya dengan semangat, pesantren ini bisa exist, bisa jaya, mungkin ini yang belum dimiliki oleh lembaga lain. Sudah sewajarnya pemerintah memperhatikan pendidikan dilembaga ini, karena yang dididik juga anak bangsa, calon pemimpin bangsa. (am)

 


100x
Dibaca

Halaman ini diproses dalam waktu : 0.527 detik
Diakses dari ip address: 54.158.251.104
Best Viewed with Mozilla Firefox 1366x768
Copyright © 2017 Subbag Informasi dan Humas Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi - Allright Reserved