Diposting Pada: Senin, 00 00 0000
Kasih Sayang Yes, Valentine No!


Kasih Sayang Yes, Valentine No!Batanghari (MAN Muara Bulian).14/2/2013 “Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang di muka bumi ini, nescaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti prasangka belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).”(Surah Al-An’am : 116)



“ Dan janganlah kamu megikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya endengaran,penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung jawabnya”. (Surah Al-Isra : 36)Inilah menjadi ‘kata kunci (password)’ MAN Muara Bulian dalam mengantisipasi para siswanya untuk terhindar dari perayaan ‘hari valentine’ yang jelas jelas bukan kultur masyarakat Indonesia.Makna ayat diatas ‘memerintahkan’ kita untuk menyesuaikan diri dengan jati

diri kita, menyesuaikan dengan ajaran yang dianut, bukan ‘mengikut-ikut orang lain’ yang kita tidak tahu dasar kenapa sebuah kegiatan itu dikerjakan.



Dalam sebuah situs disebutkan bahwa Valentine sebenarnya adalah seorang martyr (dalam Islam disebut 'Syuhada') yang kerana kesalahan dan bersifat 'dermawan' maka dia diberi gelaran Saint atau Santo. Pada tanggal 14 Februari 270 M, St. Valentine dibunuh karena beda pendapat dengan penguasa

Romawi pada waktu itu yaitu Raja Claudius II (268 - 270 M).



Untuk mengagungkan dia (St. Valentine), yang dianggap sebagai simbol ketabahan,keberanian dan kepasrahan dalam menghadapi cubaan hidup, maka para pengikutnya memperingati kematian St. Valentine sebagai 'upacara keagamaan'.Kalau ini faktanya, kenapa kita harus ‘membonceng’ kepercayaan’ orang lain padahal kita punya ‘kepercayaan’ yang jauh lebih komprehensif, bermakna,bermanfaat dari hari valentine. Kenapa ‘berkasih sayang’ harus menunggu tanggal 14 Februari. Padahal, kita selalu berinteraksi dengan orang orang disekitar kira, dengan lingkungan disekitar kita.



Islam agama penuh dengan kasih sayang. Mewujudkan kasih sayang pada diri sendiri, serta memberikan kasih sayang kepada siapa dan apa yang ada disekeliling kita adalah ibadah. Dan itulah bagian dari sifat dan jati diri orang muslim.



Allah swt. sendiri menurunkan satu surat di dalam Al-Qur’an khusus berbicara tentang kasih sayang Allah kepada manusia yakni Ar-Rahman. Kasih sayang dalam bentuk nikmat-nikmat yang diberikan kepada manusia. Baik manusia yang ingkar maupun manusia yang beriman.



Sebenarnya, seorang muslim selalu diajarkan untuk mengawali setiap langkah dengan “kasih sayang” dengan membaca: “ Dengan Nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.



Jadi, berkasih sayang tidak mesti dan selalu kita ‘mengkorbankan diri’untuk orang lain, berkasih sayang bisa dalam bentuk saling menghormati,menghargai, membantu langsung maupun tidak langsung sehingga menghasilkan

sebuah harmoni dalam kehidupan kita. (am)

 


230x
Dibaca

Halaman ini diproses dalam waktu : 0.527 detik
Diakses dari ip address: 3.223.3.251
Best Viewed with Mozilla Firefox 1366x768
Copyright © 2017 Subbag Informasi dan Humas Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi - Allright Reserved